Senin, 02 Januari 2017

Bahan Kemasan


Plastik untuk Kemasan Produk ???

Sejarah Flexible Packaging





          Flexible packaging diartikan sebagai kemasan yang bersifat lentur atau disebut dengan istilah Plastik. Plastik itu sendiri berasal dari bahasa latin yaitu plasticus yang berarti mudah dibentuk.
Plastik termasuk bagian polimer termoplastik yang akan melunak apabila dipanaskan dan dapat dibentuk sesuai dengan yang kita inginkan, dan setelah dingin dia akan mempertahankan bentuknya yang baru.
Asal-usul plastik diawali pada tahun 1862 yang ditemukan oleh Alexander Parkes di Inggris melalui percobaan yang menggunakan bahan organic dari selulosa. Kemudian hasil temuannya diberi nama dengan parkesine.
Pada tahun 1920 seorang ahli kimia yang bernama Wallace Hume Carothers membuat riset di laboratorium dan berhasil menemukan nylon. Seiring waktu berjalan hasil penemuan ini menjadikan nylon, acrylic, polimer sebagai bahan-bahan yang digunakan sebagai substitusi bahan-bahan yang biasa digunakan.
Penemuan lainnya terjadi pada tahun 1933 oleh Ralph Wiley yang menemukan Polyviny Chloride (PVC) yang dapat digunakan sebagai kemasan makanan. Pada tahun yang sama pula pakar kimia organik yang bernama RO Gibson dan EW Fawcett menemukan polyethylene yang bersifat ringan dan tipis yang pada perang dunia kedua digunakan untuk melapisi kabel bawah air dan isolasi radar. Dimana penggunaan polyethylene ini dapat mengurangi berat radar sebanyak 270 kg. Sampai saat ini polyethylene banyak digunakan sebagai bahan untuk membuat botol minuman, tas belanja (shopping bag) dan container untuk menyimpan makanan.

 Pendapat Para Ahli

         Menurut penelitian, terdapat beberapa golongan yang biasa dipergunakan membuat kemasan produk plastik. Penggolongan ini bertujuan agar pelaku usaha (produsen) bisa lebih berhati-hati dan selektif dalam proses produk plastik karena tidak semuanya dapat digunakan. Golongan plastik yang biasa digunakan dalam produk plastik ini adalah:
  • Golongan plastik 1, biasanya digunakan untuk mengemas produk air mineral dan jenis minuman lain. Terhadap golongan 1 ini berlaku ketentuan penggunaan agar tidak melakukan pengisian ulang. Hal ini di sebabkan golongan plastik 1 ini sangat rentan terhadap kontaminasi bahan di luar.
  • Golongan plastik 2, memiliki karakteristik yang tidak jauh beda dengan golongan plastik 1, sangat rentan terkonaminasi dan hanya boleh digunakan satu kali saja.
  • Golongan plastik 3, biasanya digunakan untuk pembungkus makanan dan dapat di temui dengan mudah pada pembungkus makanan siap saji. Golongan plastik ini sama sekali tidak boleh terkena kontak dengan panas ataupun inyak karena apabila terkena kemasan plastik tersebut akan mudah meleleh dan rusak. Itu berarti makanan akan mudah terkontaminasi dan tidak dalam keadaan layak konsumsi.
  • Golongan plastik 4 dan 5, merupakan jenis plastik yang sangat aman untuk di gunakan bagi produk pangan. Bahan jenis plastik ini sangat aman di karenakan tidak mudah mengalami penguraian dengan makanan yang di kemasnya. Penggunaan Golongan plastik ini sangat di anjurkan bagi produk pangan.
  • Golongan 6 yang disebut Stereoform sangat dilarang untuk terkontaminasi panas.
  • Golongan plastik 7, Poly carbonat yang sering digunakan sebagai bahan Galon Air masih belum di pasikan dalam kondisi aman untuk di gunakan terkait adanya zat dispenol A yang bisa merusak kesehatan.
Maka sebaiknya konsumen  haruslah berhati-hati bila harus mengkonsumsi produk yang dikemas dalam plastik.

Hindari Penggunaan Plastik Kresek Daur Ulang

       
              Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) telah mengeluarkan peringatan mengenai pembungkus makanan dari plastik kresek daur ulang. Sering kita jumpai kresek dipakai untuk membungkus makanan seperti gorengan yang di pinggir jalan atau untuk mengemas makanan lainnya yang langsung bersentuhan dengan makanan (food contact)
Beberapa pertimbangan dikeluarkannya peringatan dari BPOM ini antara lain adalah karena dalam proses daur ulang tersebut riwayat penggunaan sebelumnya tidak diketahui. Apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, limbah logam berat, atau bahan kimia berbahaya lainnya. Dalam proses daur ulang juga ditambahkan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia.
Keseriusan pemerintah untuk merealisasikan peringatan bagi masyarakat ini diwujudkan dengan keputusan BPOM untuk membuka akses bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai dampak dari penggunaan plastik daur ulang ini. BPOM telah membentuk Unit Layanan Pengaduan Konsumen Badan POM RI yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau e-mail ulpk@pom.go.id dan ulpkbadanpom@yahoo.com atau melihat di website Badan POM, www.pom.go.id.
Tulisan ini merujuk pada surat yang dikeluarkan oleh BPOM mengenai PERINGATAN PUBLIK / PUBLIC WARNING TENTANG KANTONG PLASTIK “KRESEK” Nomor: KH.00.02.1.55.2890 Tanggal : 14 Juli 2009.
Semoga  info diatas bisa bermanfaat untuk kita semua.

CARA PENCEGAHAN 

    Berbagai produk yang terbuat dari plastik banyak sekali digunakan untuk kemasan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini jenis-jenis plastik dengan kodenya :




  1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate)
Kode : 1 PETE atau PET (Polyethylene Terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik seperti botol air mineral, botol minuman, botol jus, botol minyak goreng, botol kecap, botol sambal, botol obat, dan botol kosmetik. PETE/PET direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Karena penggunaan yang berulang-ulang terutama pada kondisi panas akan menyebabkan melelehnya lapisan polimer dan keluarnya zat karsinogenik SbO3 (Antimon Trioksida) dari bahan plastik tersebut, sehingga dapat menyebabkan kanker untuk penggunaan jangka panjang.
  1. HDPE (high density polyethylene)
Kode 2 : HDPE (High Density Polyethylene) memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. HDPE biasa dipakai untuk botol kosmestik, botol obat, botol minuman, botol susu yang berwarna putih susu, galon air minum, kursi lipat, dan jerigen, pelumas, dan lain-lain. Sama halnya sepert PET, HDPE hanya direkomendasikan untuk satu kali pakai, karena pelepasan senyawa SbO3(Antimon Trioksida) terus meningkat seiring waktu. Sifat dari bahan HDPE ini apabila ditekan tidak kembali ke bentuk semula.
3.PVC (Polyvinyl Chloride)
Kode 3 : PVC (Polyvinyl Chloride)adalah jenis plastik yang sulit untuk didaur ulang. Jenis plastik PVC ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus, untuk mainan anak-anak, selang, pipa bangunan, taplak meja plastik. PVC mengandung DEHA yang berbahaya bagi kesehatan. DEHA juga mudah melebur jika terdapat kontak antara permukaan plastik dengan minyak.
4.LDPE (Low Density Polyethylene)
Kode 4 : LDPE (Low Density Polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek. LDPE dipakai untuk tutup plastik, kantong / tas kresek dan plastik tipis lainnya. Walaupun baik untuk tempat makanan, barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan.
  1. PP (polypropylene)
Plastik jenis PP (polypropylene) ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, tutup botol, cup plastik, mainan anak, botol minum dan yang terpenting, pembuatan botol minum untuk bayi. Bahan yang terbuat dari PP memiliki sifat yang elastis, yaitu apabila ditekan akan kembali ke bentuksemula.
Karakteristik plastik jenis ini transparan dan cenderung berawan (keruh).
Nah pada produk medela terdapat logo ini.
  1. PS (Polystyrene)
Kode 6 : PS (Polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai seperti sendok, garpu gelas, dan lainlain. Polystyrene dapat mengeluarkan bahan Styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan ini harus dihindari, karena berbahaya untuk kesehatan, selain itu bahan ini sulit didaur ulang.
  1. Other
Kode 7 : Yang termasuk jenis plastik ini ada 4 yaitu : SAN (styrene acrylonitrile), ABS (acrylonitrile butadiene styrene), PC (polycarbonate), dan Nylon. SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan sehingga merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa.
PC atau Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.
Dalam suhu panas PC dapat melepaskan bahan utamanya yaitu Bisphenol-Ake dalam makanan dan minuman yang berbahaya bagi kesehatan sehingga dianjurkan untuk tidak digunakan sebagai tempat makanan ataupun minuman. Ironisnya banyak botol susu yang terbuat dari PC dan sangat mungkin mengalami proses pemanasan untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.


Seputar tempat

Apa itu AA PACKAGING ???


  Sebagai Bhakti kami kepada Bangsa, Kami A & A Packaging menawarkan solusi cerdas untuk peningkatan daya saing Usaha kecil Menengah (UKM) Bangsa Indonesia.

Kami menyediakan Berbagai Ukuran Bag Alufoil maupun stand ponch untuk UKM dengan harga yang sangat kompetitif dan tanpa minimum order.
kami sangat-sangat memahami bahwa UKM bukanlah pabrikasi yang memiliki modal yang melimpah. untuk itu kami melayani semua UKM yang membutuhkan jasa kami dalam hal pengemasan.

Macam-Macam produk dan jasa kami :
  1. Plastik dan alumunium foil, lid cup, plastik vacum, composite can. Sangat cocok untuk UKM Makanan dan minuman
  2. Mesin-mesin kemasan mulai dari yang sederhana hingga automatis
  3. Aneka mesin untuk usaha UKM
  4. Pelatihan kemasan Khusus untuk UKM
  5. Pelatihan produk olahan (Keripik Buah, Dodol buah, Sari Buah, dll)
  6. Konsultasi tentang kemasan untuk UKM
  7. Konsultasi tentang produk olahan untuk UKM
  8. Pesanan cetak offset untuk UKM
  9. Konsultasi dan jasa pengurusan yang berkaitan dengan Industri Makanan dan Minuman untuk UKM
Silahkan hubungi kami jika anda membutuhkan informasi lebih lanjut.
Ronny
A & A Packaging
GSM
Telkomsel 08123545630
Satelindo  085736052795
XL          087859741350
CDMA
Flexy  0341-7008073
Esia    0341-9837965
aa.packaging@yahoo.co.id