Plastik untuk Kemasan Produk ???
Sejarah Flexible Packaging

Flexible packaging diartikan sebagai kemasan yang bersifat lentur atau disebut dengan istilah Plastik. Plastik itu sendiri berasal dari bahasa latin yaitu plasticus yang berarti mudah dibentuk.
Plastik termasuk bagian polimer termoplastik yang akan melunak apabila dipanaskan dan dapat dibentuk sesuai dengan yang kita inginkan, dan setelah dingin dia akan mempertahankan bentuknya yang baru.
Asal-usul plastik diawali pada tahun 1862 yang ditemukan oleh Alexander Parkes di Inggris melalui percobaan yang menggunakan bahan organic dari selulosa. Kemudian hasil temuannya diberi nama dengan parkesine.
Pada tahun 1920 seorang ahli kimia yang bernama Wallace Hume Carothers membuat riset di laboratorium dan berhasil menemukan nylon. Seiring waktu berjalan hasil penemuan ini menjadikan nylon, acrylic, polimer sebagai bahan-bahan yang digunakan sebagai substitusi bahan-bahan yang biasa digunakan.
Penemuan lainnya terjadi pada tahun 1933 oleh Ralph Wiley yang menemukan Polyviny Chloride (PVC) yang dapat digunakan sebagai kemasan makanan. Pada tahun yang sama pula pakar kimia organik yang bernama RO Gibson dan EW Fawcett menemukan polyethylene yang bersifat ringan dan tipis yang pada perang dunia kedua digunakan untuk melapisi kabel bawah air dan isolasi radar. Dimana penggunaan polyethylene ini dapat mengurangi berat radar sebanyak 270 kg. Sampai saat ini polyethylene banyak digunakan sebagai bahan untuk membuat botol minuman, tas belanja (shopping bag) dan container untuk menyimpan makanan.
Pendapat Para Ahli
Menurut penelitian, terdapat beberapa golongan yang biasa dipergunakan membuat kemasan produk plastik. Penggolongan ini bertujuan agar pelaku usaha (produsen) bisa lebih berhati-hati dan selektif dalam proses produk plastik karena tidak semuanya dapat digunakan. Golongan plastik yang biasa digunakan dalam produk plastik ini adalah:
- Golongan plastik 1, biasanya digunakan untuk mengemas produk air mineral dan jenis minuman lain. Terhadap golongan 1 ini berlaku ketentuan penggunaan agar tidak melakukan pengisian ulang. Hal ini di sebabkan golongan plastik 1 ini sangat rentan terhadap kontaminasi bahan di luar.
-
Golongan plastik 2, memiliki karakteristik yang tidak jauh beda
dengan golongan plastik 1, sangat rentan terkonaminasi dan hanya boleh
digunakan satu kali saja.
-
Golongan plastik 3, biasanya digunakan untuk pembungkus makanan dan
dapat di temui dengan mudah pada pembungkus makanan siap saji. Golongan
plastik ini sama sekali tidak boleh terkena kontak dengan panas ataupun
inyak karena apabila terkena kemasan plastik tersebut akan mudah meleleh
dan rusak. Itu berarti makanan akan mudah terkontaminasi dan tidak
dalam keadaan layak konsumsi.
-
Golongan plastik 4 dan 5, merupakan jenis plastik yang sangat aman
untuk di gunakan bagi produk pangan. Bahan jenis plastik ini sangat aman
di karenakan tidak mudah mengalami penguraian dengan makanan yang di
kemasnya. Penggunaan Golongan plastik ini sangat di anjurkan bagi produk
pangan.
-
Golongan 6 yang disebut Stereoform sangat dilarang untuk terkontaminasi panas.
-
Golongan plastik 7, Poly carbonat yang sering digunakan sebagai bahan
Galon Air masih belum di pasikan dalam kondisi aman untuk di gunakan
terkait adanya zat dispenol A yang bisa merusak kesehatan.
Hindari Penggunaan Plastik Kresek Daur Ulang
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) telah mengeluarkan peringatan mengenai pembungkus makanan dari plastik kresek daur ulang. Sering kita jumpai kresek dipakai untuk membungkus makanan seperti gorengan yang di pinggir jalan atau untuk mengemas makanan lainnya yang langsung bersentuhan dengan makanan (food contact)
Beberapa pertimbangan dikeluarkannya peringatan dari BPOM ini antara lain adalah karena dalam proses daur ulang tersebut riwayat penggunaan sebelumnya tidak diketahui. Apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, limbah logam berat, atau bahan kimia berbahaya lainnya. Dalam proses daur ulang juga ditambahkan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia.
Keseriusan pemerintah untuk merealisasikan peringatan bagi masyarakat ini diwujudkan dengan keputusan BPOM untuk membuka akses bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai dampak dari penggunaan plastik daur ulang ini. BPOM telah membentuk Unit Layanan Pengaduan Konsumen Badan POM RI yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau e-mail ulpk@pom.go.id dan ulpkbadanpom@yahoo.com atau melihat di website Badan POM, www.pom.go.id.
Tulisan ini merujuk pada surat yang dikeluarkan oleh BPOM mengenai PERINGATAN PUBLIK / PUBLIC WARNING TENTANG KANTONG PLASTIK “KRESEK” Nomor: KH.00.02.1.55.2890 Tanggal : 14 Juli 2009.
Semoga info diatas bisa bermanfaat untuk kita semua.
CARA PENCEGAHAN
Berbagai produk yang terbuat dari plastik banyak sekali digunakan untuk kemasan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini jenis-jenis plastik dengan kodenya :
- PETE atau PET (polyethylene terephthalate)
- HDPE (high density polyethylene)
3.PVC (Polyvinyl Chloride)
Kode 3 : PVC (Polyvinyl Chloride)adalah jenis plastik yang sulit untuk didaur ulang. Jenis plastik PVC ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus, untuk mainan anak-anak, selang, pipa bangunan, taplak meja plastik. PVC mengandung DEHA yang berbahaya bagi kesehatan. DEHA juga mudah melebur jika terdapat kontak antara permukaan plastik dengan minyak.
4.LDPE (Low Density Polyethylene)
Kode 4 : LDPE (Low Density Polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek. LDPE dipakai untuk tutup plastik, kantong / tas kresek dan plastik tipis lainnya. Walaupun baik untuk tempat makanan, barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan.
- PP (polypropylene)
Karakteristik plastik jenis ini transparan dan cenderung berawan (keruh).
Nah pada produk medela terdapat logo ini.
- PS (Polystyrene)
- Other
PC atau Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.
Dalam suhu panas PC dapat melepaskan bahan utamanya yaitu Bisphenol-Ake dalam makanan dan minuman yang berbahaya bagi kesehatan sehingga dianjurkan untuk tidak digunakan sebagai tempat makanan ataupun minuman. Ironisnya banyak botol susu yang terbuat dari PC dan sangat mungkin mengalami proses pemanasan untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar